6 Cara Mendidik Adab Untuk Anak Yang Baik

Diposting pada

Adab sangat penting untuk diperkenalkan ke anak sejak dari awal karena sebagai sisi dari pengajaran untuk mendukung pembangunan personalitas anak. Adab tersebut bermakna sebagai kelembutan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; adab. Adapun “beradab” memiliki arti memiliki adab, memiliki budi bahasa yang baik, berlaku santun. Berikut ini adalah beberapa cara mendidik anak yang baik :

1. Memberikan akidah

 

Ini fondasi penting dalam membuat kekuatan individu anak. Akidah yang dimasukkan secara betul akan menusuk dalam personalitas anak. Akidah ini yang hendak jadi dasar untuk si anak saat menjalankan hidupnya. Akidah ini seperti sebuah akar dalam sebatang pohon. Bila akarnya kuat, karena itu pohon akan tumbuh dengan kuat, batangnya sehat, rantingnya kuat daunnya rimbun, buahnya juga manis.

 

Demikian manusia yang mempunyai akidah yang kuat, karena itu ia bisa menjadi individu yang kuat dalam penerapan hukum Islam. Ia akan berguna untuk sekitaran, adab dan adabnya terawat membuat beberapa orang paling dekatnya nyaman ada disekelilingnya. Dan pengetahuan yang dipunyainya akan jadi pengetahuan yang berguna yang dapat menyejukan beberapa orang yang haus akan kebenaran Islam.

 

2. Memperkenalkan personalitas dan figur Rasulullah SAW

 

Ajarkanlah keteladanan Rasulullah agar anak mengenali bagaimana sikap yang perlu diteladani. Anak akan mempunyai standard yang terang berkaitan adab yang perlu dituruti. Lebih dari itu akan lahir kesayangan anak ke keagungan figur Rasulullah Saw. Karena itu dengan demikian anak akan jadikan Rasulullah sebagai suri tauladannya di kehidupan.

 

3. Panutan dari orang-tua

 

Sudah pasti point ini jadi sisi penting pada proses edukasi. Bagaimana anak dapat mengenali adab yang bagus jika orang-tua tidak mengajari. Edukasi ini dapat berbentuk nasihat contoh langsung atau keteladanan. Untuk menyambung nasihat agar diwujudkan dalam personalitas anak karena itu panutan ialah elemen utama. Bagaimanakah mungkin anak akan mempunyai adab yang bagus bila orang-tua tidak menirukannya, atau apa yang dikatakan orang-tua berlainan dengan yang dilaksanakan. Karena itu bila ini terjadi malah akan memunculkan ketidaktahuan tertentu untuk anaknya.

 

4. Memperkenalkan dan melatih ucapkan beberapa kalimat thoyibah

 

Seperti melatih membaca basmalah saat sebelum mengawali suatu hal, hamdalah sesudah menuntaskan suatu hal dan lain-lain. Dengan ucapkan kalimat Thoyibah maka jadi rem tertentu untuk anak supaya tidak ucapkan kalimat kotor atau mencaci-maki.

 

5. Jauhi anak dari lingkungan Buruk

 

Ini sudah pasti penting sekitar lingkungan akan berpengaruh dalam pembiasaan sikap baik anak. Bila di dalam rumah rutinitas baik telah dimasukkan, tetapi di lingkungan malah mengajari kebalikannya, karena itu anak akan condong ikuti yang umum dilaksanakan beberapa temannya. Apa lagi bila rutinitas jelek itu terhitung yang membahagiakan dan melenakan, karena itu bukan mustahil anak akan gampang ikutinya. Terhitung di sini yaitu orang-tua harus juga memilihkannya rekan untuk anak. Sama siapa ia berkawan dan berteman karenanya akan tentukan rutinitasya. Jauh hari Rasulullah telah mengingati berkaitan ini dalam sabdanya yang mulia Rasulullah Saw bersabda;

 

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari)

 

6. Orang-tua harus selalu selektif dalam milih siaran media

 

Baik media electronic atau sosial media. Kontrol dan pengiringan harus selalu dilaksanakan oleh orang-tua. Jangan sampai biarkan anak main handphone atau menonton TV sendiri tanpa dikendalikan dan tanpa pengiringan.

 

Proses ini memanglah tidak gampang. Tetapi bila dilaksanakan dengan penuh kesadaran jika anak ialah amanah, karena itu orang-tua akan sungguh-sungguh saat menjalankannya. Bagaimana juga tiap amanah akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah. Disamping itu orang-tua harus juga pahami jika buruk baiknya anak ialah cerminan dianya. Karena anak dilahirkan pada keadaan fitrah, karena itu dia yang membuatnya, membuat personalitasnya dan memberi warna pribadinya. Oleh karenanya bentuklah rutinitas dan watak anak hingga mempunyai watak yang memanjakan mata dan personalitas kuat yakni personalitas Islam.

 

Sepanjang peluang itu ada, karena itu usahakanlah membuat adat anak. Cicipilah prosesnya dan bersabarlah jalaninya. Pasti buah dari usaha itu akan kelihatan bila orangtuanya sungguh-sungguh dalam menyiapkannya. Insya Allah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *