Syeikh Ali Jaber: Jumlah Qurban tidak dihitung per-orang tapi per-keluarga

Dalam sebuah ceramah Syeikh Ali Jaber meluruskan pemahaman mengenai jumlah Qurban, yang sebagian masyarakat ada beranggapan bahwa satu orang wajib berqurban dengan satu ekor kambing. Maka jika dalam satu keluarga ada 5 orang maka wajib berqurban dengan 5 ekor kambing. Sering terjadi, jika suatu keluarga belum mampu berqurban penuh sejumlah keluarganya, maka akan dicicil 1 atau 2 ekor kambing dulu, yang akan diteruskan kelengkapannya pada tahun selanjutnya.

“Ini hal keliru!” ujar Syeikh Ali Jaber. “Qurban berbeda dengan Aqiqah dan Zakat Fitrah yang dihitung per-orang. Qurban hitungannya per-keluarga bukan per-orang. Ketika nabi Ibrahim AS hendak menyembelih Ismail, Allah Subhanahu wata’ala menggantinya dengan 1 ekor kambing, padahal Nabi Ibrahim beserta 2 istri dan 2 anak, harusnya lima ekor.”

Syeikh Ali Jaber menambahkan, “Demikian juga dengan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasalam. Beliau berkurban dengan 2 kambing. Pada kambing pertama beliau berkata, “Bismillah atas nama Muhammad dan keluarga Muhammad“. Lalu pada kambing kedua beliau berkata “Atas namaku dan ummatku“. Padahal berapa jumlah istri dan anak serta umat beliau?”

Syeikh Ali Jaber menyampaikan bahwa kewajiban berqurban tidaklah lebih dari 1 ekor kambing. Jumlah yang lebih dari itu tidak menjadi larangan jika memang memiliki kemampuan, misalnya dengan 1 ekor sapi atau lebih dari itu.

“Misalnya seorang bapak dengan seorang anak berqurban dengan 1 kambing, sah,” kata Syeikh. “Dengan 1 sapi silahkan. Seorang bapak dengan 4 orang istri dan masing-masing 10 orang anak hendak berqurban, wajib dengan 1 kambing saja untuk 45 orang sekeluarga. Jika mampu 1000 kambing atau 1000 sapi, boleh, silahkan,” lanjut Syeikh Ali.

Mengenai nama-nama yang disebut saat penyembelihan, Syeikh Ali mengatakan tidak ada kewajiban atas hal tersebut. Menurut beliau, menyebut atas nama keluarga pada dasarnya sudah mencakup seluruh anggota keluarga, termasuk juga orang tua yang sudah meninggal dunia.

Bismillah atas namaku dan keluarga. Tidak perlu membawa nama-nama. Atas namaku dan keluarga sudah termasuk orang tua yang meninggal,” ujar Syeikh Ali. Lalu beliau meneruskan, “Ada sebagian ulama yang membolehkan. Kalau kita mampu dan mau khusus, kambing atas nama orang tua, itu tidak masalah. Kalau tidak mampu, maka 1 ekor sudah termasuk keluarga dan orang tua kita. Ini adalah salah satu sedekah yang berguna bagi orang tua yang meninggal di keluarga kita,” katanya. @ Terkait Tanggapan perihal qurban yang disampaikan oleh Syeikh Ali Jaber

Related Posts

About The Author

Add Comment