Syaikh Wahbah: Rahasia kesuksesan dalam hidup adalah membaikkan hubungan dengan Alloh

Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Umat Islam kembali kehilangan seorang ulama terkemuka, Syaikh Prof. Dr. Wahbah Az Zuhaili. Beliau meninggal hari ini dalam usia 83 tahun. Sebagaimana dirilis www.ismaweb.net Syaikh Wahbah meninggal dunia pagi tadi setengah jam sebelum fajar.

Beliau adalah ulama yang menguasai berbagai disiplin ilmu. Melalui kitab-kitabnya, pemikiran fikihnya menyebar ke seluruh dunia Islam.

Beliau dilahirkan di desa Dir `Athiah, utara Damaskus, Syiria pada tahun 1932 M dari pasangan Mustafa dan Fatimah binti Mustafa Sa`dah. Ayah beliau adalah seorang pedagang sekaligus seorang petani.

Beliau mulai belajar Al Quran dan sekolah ibtidaiyah di kampungnya. Setelah menamatkan ibtidaiyah di Damaskus pada tahun 1946 M beliau melanjutkan pendidikannya di Kuliah Syar`iyah dan tamat pada 1952 M.

Ketika pindah ke Kairo beliau mengikuti kuliah di beberapa fakultas secara bersamaan, yaitu di Fakultas Syari’ah, Fakultas Bahasa Arab di Universitas Al Azhar dan Fakultas Hukum Universitas `Ain Syams. Beliau memperoleh ijazah sarjana syariah di Al Azhar dan juga memperoleh ijazah takhassus pengajaran bahasa Arab di Al Azhar pada tahun 1956 M.

Kemudian memperoleh ijazah Licence (Lc) bidang hukum di Universitas `Ain Syams pada tahun 1957 M, Magister Syariah dari Fakultas Hukum Universitas Kairo pada tahun 1959 M dan gelar Doktor pada tahun 1963 M.

Gelar doktor di bidang hukum (Syariat Islam) beliau peroleh dengan predikat summa cum laude (Martabatus Syarof Al-Ula) dengan disertasi berjudul Atsarul Harbi Fil Fiqhil Islami, Dirosah Muqoronah Bainal Madzahib Ats-Tsamaniyah Wal Qonun Ad-Dauli Al-‘Am (Beberapa pengaruh perang dalam fiqih Islam, Kajian perbandingan antara delapan madzhab dan undang-undang internasional) .

Satu catatan penting bahwa, Syaikh Wahbah Az Zuhaili senantiasa menduduki ranking teratas pada semua jenjang pendidikannya. Ini semua menunjukkan ketekunan beliau dalam belajar. Menurut beliau, rahasia kesuksesannya dalam belajar terletak pada kesungguhannya menekuni pelajaran dan menjauhkan diri dari segala hal yang mengganggu belajar. Motto hidupnya adalah, “Inna sirron najah fil-hayat, ihsanus shilah billahi `azza wa jalla”, (Sesungguhnya, rahasia kesuksesan dalam hidup adalah membaikkan hubungan dengan Alloh `Azza wa jalla).

Syaikh Wahbah Az Zuhaili sangat produktif menulis, mulai dari artikel dan makalah sampai kepada kitab besar yang terdiri atas beberapa jilid. Baru-baru ini beliau merampungkan penulisan ensiklopedia fiqih yang beliau tulis sendiri brjudul, “Maus’atul Fiqhil Islami Wal-Qodhoya Al-Mu’ashiroh” yang telah diterbitkan Darul Fikr dalam 14 jilid.

Di antara karya-karya beliau adalah: Al Fiqhul Islami wa Adillatuh, At Tafsir Al Munir, Al Fiqhul Islami fi uslubih Al Jadid, Nadhoariyatudh Dhorurot Asy Syari`yah, Ushuul Fiqh Al Islami, Adz-Dzarai`ah fs Siyasah Asy Syari`ah, Al `Alaqot ad-Dualiyah fil Islam, Juhud Taqnin Al Fiqh Al Islami, Al Fiqhul Hanbali Al Muyassar, Al Fiqhul Hanafi Al Muyassar, Al Fiqhus Syafi’i Al Muyassar

Dr.Badi` As Sayyid Al Lahham dalam biografi Syaikh Wahbah yang ditulisnya dalam buku yang berjudul, “Wahbah Az Zuhaili al -`Alim, Al Faqih, Al Mufassir” menyebutkan 199 karya tulis Syaikh Wahbah selain jurnal, beliau juga500-an karya dalam bentuk makalah ilmiah. Demikian produktifnya Syaikh Wahbah dalam menulis sehingga Dr. Badi` mengumpamakannya seperti Imam As Suyuthi dimasa lampau.@

Related Posts

About The Author

Add Comment