Saat Musa memukulkan tongkatnya, laut merah ternyata terbelah menjadi dua belas bagian

DIANTARA mukjizat-mukjizat lain yang dikisahkan dalam Alquran Mulia, inilah salah satu mukjizat paling mencengangkan yang pernah terjadi dalam sejarah manusia. Jika dalam film-film tentang nabi Musa a.s. menggambarkan terbelahnya laut merah menjadi dua bagian, para pakar tafsir menyampaikan bahwa laut merah terbelah menjadi 12 bagian. Berikut fragmen yang kami kutipkan dari tafsir Ibnu Katsir:


 

فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ () قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ () فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِب بِّعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ

“Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut pengikut Musa,‘ Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.’ Musa menjawab,‘Sekali-kali tidak akan tersusul. Sesungguhnya Rabbku bersamaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.’ Lalu Kami wahyukan kepada Musa, ‘Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.’ Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.” (asy-Syu’ara: 61—63)

Saat itu Harun a.s. berada di barisan paling depan bersama Yusya’ ibnu Nun, dan orang-orang yang beriman dari kalangan keluarga Fir’aun, sementara nabi Musa berada di barisan Tengah. Sebagian kalangan ulama tafsir (yang bukan hanya seorang) menyebutkan, bahwa saat itu bani Israil berhenti. Mereka tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya.

Lalu Yusya’ ibnu Nun dan orang-orang yang beriman dari kalangan keluarga Fir’aun berkata kepada Musa a.s, “Hai Nabi Allah, apakah Tuhanmu memerintahkanmu berjalan ke tempat ini?”

Musa menjawab,”Ya.”

Sementara Fir’aun dan pasukannya semakin dekat. Jaraknya tinggal sedikit saja sampai pada mereka.

Pada saat itulah Allah memerintahkan kepada nabi Musa a.s. agar memukul laut dengan tongkatnya.

Maka Musa pun memukul laut itu dengan tongkatnya seraya berkata, “Terbelahlah kamu dengan izin Allah!”

Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.” (asy-Syu’ara: 63)

Yakni seperti bukit-bukit yang besar. Demikianlah menurut Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Muhammad ibnu Ka’b, Ad-Dahhak, Qatadah, dan yang lainnya.

Ibnu Abbas mengatakan, bahwa laut tersebut membentuk dua belas jalan. Masing-masing jalan untuk tiap-tiap kabilah.

As-Saddi menambahkan bahwa pada pada tiap-tiap jalan itu terdapat lubang-lubang sehingga sebagian dari mereka bisa melihat sebagian yang lain, sementara itu air laut menjulang tegak sebagaimana tembok.

Menurut Ata Al-Khurrasani, yang dimaksud dengan At-Taud (lubang) ialah celah-celah yang ada di antara dua bukit.

Allah juga mengirimkan angin ke dasar laut lalu meniupnya, sehingga dasar laut mengering seperti permukaan bumi, sebagaimana termaktub dalam firman:

Maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam). (surat Taha: 77)

Sumber: tafsir Ibnu Katsir

 

Related Posts

About The Author

Add Comment