Pesantren Sidogiri mengkritisi pemikiran Sa’id Agil Siradj’

Oasemuslim.com, Sebagaimana diberitakan oleh situs Panjimas.com, 19 April 2015, pesantren Sidogiri pernah mengkritisi pemikiran Quraish Shihab terkait pernyataannya bahwa jilbab tidak wajib dan tak ada jaminan Rasulullah SAW masuk surga.

Santri-santri Pondok Pesantren Sidogiri juga menulis buku yang berisi sanggahan terhadap buku karangan Quraish Shihab Mungkinkah Sunnah Syiah Bersatu Dalam Ukhuwah? yang diterbitkan oleh Penerbit Lentera Hati pada Maret 2007. Di antara yang ditegaskan Quraish Shihab di buku ini bahwa perbedaan sunni dan syi’ah bukan pada persoalan ushul. Quraish Shihab menyanggah keberadaan Abdullah bin Saba’, yang menurutnya hanyalah tokoh fiktif belaka.

Mengutip berita dari Nugarislurus.com 8/11, kali ini Pesantren besar Pasuruan Sidogiri melakukan telaah terhadap pemikiran Said Agil Siraj yang dianggap menyimpang. Sebelumnya beberapa pesantren telah melakukan kajian serupa diantaranya, Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan, Pesantren Sukorejo Situbondo, Pesantren Tebuireng Jombang, Pesantren KH. Ahmad Shiddiq Jember dan Pesantren Cipasung Tasikmalaya.

Pesantren Sidogiri adalah pesantren besar di Jawa Timur dengan puluhan ribu santri di bawah asuhan Syaikhuna KH. Nawawi Abdul Jalil. KH. Nawawi Abdul Jalil sendiri termasuk anggota AHWA dalam muktamar NU di Jombang dan diangkat menjadi Mustasyar PBNU.

Acara tersebut ini berlangsung Rabu, 7 Oktober 2015 dengan pemateri Dewan Pakar Aswaja NU Center KH. Muhammad Idrus Ramli dan Direktur Utama TV9 Ustadz Hajim Jayli.

Apa yang disoroti dalam kajian tersebut, menurut pemaparan Ustadz Idrus Ramli, yang notabene alumnus Pesantren Sidogiri, sebagaimana dirilis nugarislurus.com 8/11, bahwa pemikiran Kyai Said Aqil yang dipermasalahkan yaitu tudingannya yang menyebut Islam lahir karena politis. (A-3)

Related Posts

About The Author

Add Comment