Musa menjadi peserta termuda yang meraih nilai mumtaz (sempurna)

7 July 2014, Nama Musa tiba-tiba menjadi tenar. Setelah tampil diacara Hafiz Indonesia RCTI, namanya menjadi buah bibir kaum muslimin Indonesia. Tak henti-hentinya pujian dan sanjungan diberikan kepada bocah kecil berusia 5,5 tahun ini.

Betapa tidak, di usianya yang masih sangat belia, Musa telah hafal isi Alquran, kecuali hanya surat An Nahl dan Bani Israil saja. Bahkan kabar yang beredar kini putra pertama Laode Abu Hanafi ini telah hafal isi Alquran seluruhnya. Subhanallah.

Wakil Menteri Agama Prof. DR. Nasaruddin Umar yang sempat menjadi juri pada acara Hafiz Indonesia mengatakan bahwa Musa adalah salah satu keajaiban.

“Ini keajaiban, Indonesia punya Musa. Dulu para ulama, seperti Imam Syafi’i, hafal Al quran saat berusia 7 tahun tapi Musa baru 5 tahun telah menghafalnya…subhanallah, luar biasa sekali,” kata Nasaruddin dalam acara Hafiz Indonesia beberapa pekan silam.

Diikutkan Lomba Tahfidz Internasional
Prestasi Musa yang gilang gemilang membuatnya bertolak ke Jeddah, Arab Saudi. Musa diikutsertakan dalam lomba hafalan Alquran internasional bersaing dengan para hafidz dari seluruh dunia.

Musa bertarung dalam perlombaan yang dilaksanakan mulai 3-5 Ramadhan. Dalam acara yang digelar oleh Hai’ah ‘Alamiyah Litahfidzil Quran ini, Musa menjadi peserta termuda dari 25 peserta anak-anak dari seluruh dunia.

Membahagiakan sekali, Musa meraih nilai mumtaz (sempurna) pada acara perlombaan tersebut. Musa meraih peringkat ke 12 dari 25 peserta. Pemberi piagam penghargaan kepada Musa adalah Sekjen Rabitah Al Alam Al Islamiy, Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Muhsin At-Turky dan gubernur Makkah Al-Mukarramah Pangeran Musy’il bin Abdullah Alu Suud.

Bagaimana Musa Dididik?
Musa tidaklah begitu saja menjadi seorang hafidz Alquran. Ia dididik penuh oleh kedua orang tuanya. Al Ode Abu Hanafi, ayah Musa sangat semangat dan gigih dalam mendidik anaknya agar menjadi penghafal Alquran.

Dalam beberapa kesempatan, seperti pada acara Hafiz Indonesia RCTI atau saat talk show di TV Rodja Cileungsi, Ayah Musa menuturkan bahwa keinginan dan tekadnya yang kuatlah yang menjadikan Musa seperti saat ini.

Ayah Musa juga sedikit bercerita bahwa kesehariannya, dia selalu membangunkan anaknya ini setiap pukul 3 dini hari untuk membaca dan menghafal Alquran sampai matahari terbit. Dibimbing dan dididik sendiri.

Selain diajari untuk mencintai Alquran, Musa selalu dididik untuk mencintai majlis ilmu. Bahkan jika diajak untuk hadir dipengajian, bocah sekecil itu duduk konsentrasi memperhatikan dan betul-betul mendengarkan apa yang disampaikan oleh penceramah.

Kabar yang beredar, Musa sangat suka mendengarkan dan menonton ceramah pengajian yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat.

Sumber : Gema Islam

Related Posts

About The Author

Add Comment