Kritikan keras Al-Azhar terhadap film sejarah Nabi sutradara Majid Majidi

Sutradara Iran, Majid Majidi, baru saja merilis sebuah film kolosal Muhammad, Messenger of God, yang merupakan seri pembuka dari trilogi film sejarah Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam. Film yang menuai kritikan keras dari berbagai kalangan ulama ini dikabarkan menelan biaya produksi sekitar Rp. 560 miliar.

Dalam film yang digarap selama lebih-kurang 7 tahun tersebut, Majid Majidi menggambarkan sosok Nabi Muhammad ketika masih bayi. Dalam beberapa adegan, menampilkan pula Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam secara tidak utuh, yaitu tampak dari belakang, close up rambut, kepala, tangan, kaki atau anggota tubuh lain, dengan menghindari terlihatnya wajah.

Bagi sebagian besar ulama, menggambarkan sosok Nabi Muhammad tidaklah diperbolehkan dalam Islam. Dekan Fakultas Teologi Islam Universitas Al-Azhar, Abdul Fattah Alawari, menegaskan bahwa penggambaran sosok Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam hukumnya adalah haram.

“Ini sudah ketetapan syariah. Syariah melarang penggambaran sosok Nabi,” kata beliau. “Seorang aktor yang memerankan Nabi bisa saja mendapat peran berlainan yang saling bertentangan dalam film-filmnya. Kadang menjadi mabuk buta, mata keranjang lalu di sini kemudian berperan sebagai Nabi. Ini tidak diperbolehkan dalam Islam,” tambahnya.

Sebagaimana diutarakan kepada AFP, Abdul Dayyim Nosair juga mengungkapkan keberatannya. Menurut penasihat kepala Al-Azhar Ahmed al-Tayyeb ini, menggambarkan nabi dalam seni yang demikian itu tidaklah dibenarkan. Hal ini berlaku tak hanya gambar wajah nabi, namun juga suaranya.

Tak ketinggalan, kelompok Muslim yang berbasis di Mumbai, India, Raza Academy, pun menyatakan penolakannya atas film tersebut. Mereka tidak membenarkan adanya penggambaran Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam. Disamping juga karena terdapat aktor non-muslim yang memainkan peran pokok dalam film tersebut.

Film tentang Nabi Muhammad bukanlah yang pertama kali diproduksi. Pada tahun l976, Moustapha Akkad pernah menggarap film serupa yaitu The Message (Al-Risalah). Namun demikian, meskipun tak luput dari kontroversi,  film ini tidak menampilkan sosok Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam. Pada tahun 2005 Akkad tewas dalam serangan bom bunuh diri di Amman, Yordania. Secara persis tak diketahui penyebabnya, namun banyak kalangan menduga serangan itu terkait dengan film yang ia garap.@ [A-aa]

Related Posts

About The Author

Add Comment