Fakta Ilmiah Al-quran: Ombak di atas ombak dan kegelapan di laut dalam

Oleh Abdur Raheem Green

Mungkin diantara kita sudah sangat mengerti tentang siklus air saat ini. Misalnya, tentang asal mata air bawah tanah. Pada masa Yunani kuno, tampaknya orang-orang tidak bisa menjelaskannya dengan benar. Kita tahu kala itu banyak ahli dalam bidang filsafat dan ilmu pengetahuan lain. Banyak pula ahli-ahli dalam bidang yang spesifik.

Secara umum mereka berteori bahwa mata air bawah tanah adalah hasil kumpulan air yang datang dari laut dan terkumpul di gua-gua. Dan kemudian air yang datang dari laut dan terkumpul di gua-gua tersebut meresap ke dalam tempat cadangan bawah tanah melalui jurang dalam laut yang disebut abyss.

Water cycle diagramBaru di abad ke-18 kemudian, siklus air dengan benar dapat dijelaskan oleh para ilmuwan. Dan Al’Quran telah berfirman 1.400 tahun yang lalu di surat ke-39 di ayat 21: “Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi.”

Ini adalah fakta yang sederhana, namun dalam deskripsi yang sangat akurat tentang siklus air sebagaimana kita ketahui dewasa ini. Fakta menarik lainnya disebutkan dalam Al’Quran yang kita temukan dalam surat ke-24 Al’Quran dalam ayat 40. Dan ayat itu berbicara tentang keadaan orang-orang yang kafir yang menolak beriman pada Tuhan.

Al’Quran menggambarkan keadaan orang kafir, orang yang menolak untuk beriman “Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang bertumpang-tindih, apabila dia merentangkan tangannya, dia hampir tidak bisa melihatnya, (dan) barangsiapa yang tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tidaklah dia mempunyai cahaya sedikitpun.”

Di sini Allah memberikan deskripsi sederhana. Seseorang yang tidak percaya pada Tuhan dan tidak mengikuti pedoman yang diturunkan Allah, adalah orang yang berada dalam kegelapan. Mereka tersesat. Hidup mereka berada dalam kebingungan. Bahkan hidup mereka begitu membingungkan hingga mereka hampir tidak bisa melihat apa yang ada di depan mereka.

Jadi ini menggambarkan keadaan tanpa cahaya, tanpa bisa melihat atau benar-benar tahu apa yang sedang terjadi. Tampaknya kita memiliki penjelasan yang sangat puitis, namun juga merupakan penjelasan yang sangat kuat dan menakjubkan tentang kegelapan ini dan keadaan bingung. Jika kita meneliti secara rinci, ada sesuatu yang lain di sini. Ada petunjuk untuk fakta ilmiah.

ombak dalam2Pertama-tama, Al’Quran menggambarkan lautan yang dalam dan menggambarkan ombak di atas ombak. Dan tentu saja sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ombak yang berada di permukaan laut. Tapi apa artinya ombak di atas ombak? Apakah ada ombak lain di dalam laut?

Nah, kita akan mencari tahu. Al’Quran juga menjelaskan tentang seseorang yang kehilangan cahaya hingga mereka hampir tidak dapat melihat. Sinar cahaya terdiri dari tujuh warna: violet, nila, biru, hijau, kuning, oranye dan merah.

Dan ketika cahaya menembus kedalaman air maka hal itu disebut refraksi. Misalnya di kedalaman 10 sampai 15 meter, air menyerap warna merah dan saat anda menyelam lebih dalam lagi, setiap spektrum warna diserap oleh air, sampai anda berada di kedalaman sekitar 1.000 meter maka keadaan menjadi gelap total.

Hal menakjubkan yang baru kita temukan dalam ilmu pengetahuan modern, bahwa ombak dalam laut menyelubungi kedalaman laut dan samudra. Karena air di kedalaman memiliki tekanan yang lebih tinggi daripada air di atasnya. Jadi “ombak di atas ombak”: ada gelombang tersendiri di laut dalam dan kemudian ada ombak lagi di atasnya dan barulah awan dan seterusnya.

Mereka membuat kegelapan bertambah, adanya perbedaan, terbagi menjadi bagian-bagian, dan meredupnya cahaya. Yang menarik adalah kegelapan di laut dalam, ingat apa yang Al’Quran firmankan: “mereka merentangkan tangan mereka tapi hampir tidak bisa melihatnya.”

Kegelapan ini berada di bawah gelombang internal di laut. Bahkan ada ikan tertentu di kedalaman tersebut yang membutuhkan cahaya mereka sendiri agar dapat melihat. Dan luar biasa Allah telah menciptakan makhluk-makhluk yang memang dapat menghasilkan cahaya mereka sendiri.

Abdurraheem Green_kecilIni benar-benar menakjubkan karena tentu saja belum ada yang mampu menembus dan mencapai bagian-bagian yang mendalam dari laut hingga baru pada masa ini. Hanya dengan mesin modern yang sangat canggih, kapal selam dan pakaian menyelam, seseorang dapat turun ke kedalaman itu. Namun 1.400 tahun yang lalu, Al’Quran menggambarkan gelombang internal lautan dan kegelapan yang ada di kedalaman lautan.

Ya. 1.400 tahun yang lalu Al-Quran telah memberi informasi yang rinci tentang ilmu pengetahuan dan oseanografi. Sebagaimana dikatakan oleh Profesor Rao yang ahli dalam biologi kelautan, di Universitas King Abdul Aziz di Jeddah, bahwa itu tidaklah mungkin bisa dilakukan oleh seorang manusia biasa, sehingga informasi ini pasti datang dari sesuatu yang supernatural.

Dan kita bersama mengimani Al-Quran adalah firman Allah, yang di dalamnya adalah petunjuk dan kebenaran yang tak diragukan. @ Sumber: sebagaimana dituturkan oleh Abdur Raheem Green dalam acara The Proof that Islam is The Truth, dengan penyuntingan redaksi


 

Related Posts

About The Author

Add Comment