Kalung istri nabi yang terputus dan pasukan yang diberhentikan

Gambar hanya ilustrasi, kolase oasemuslim.com

Riwayat berikut merupakan pelajaran berharga bagi para suami: betapa Rasulullah memberikan teladan sikap dalam hal kesabaran dan penghormatan terhadap istrinya. Aisyah meriwayatkan suatu peristiwa, dimana nabi shalallahu ‘alaihi wassalam memberhentikan pasukannya yang tengah dalam perjalanan perang sebagai berikut:


“Kami keluar bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pada saat safar beliau (untuk melawan kaum Yahudi kabilah bani Mushthaliq), hingga tatkala kami sampai di Al-Baidaa di Dzatulijaisy, kalung milikku terputus. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pun berhenti untuk mencari kalung tersebut.

Orang-orang yang bersamanya pun ikut berhenti mencari kalung tersebut. Padahal mereka tatkala itu tidak dalam keadaan bersuci. Maka orang-orang pun berdatangan menemui Abu bakar Ash-Shiddiq dan berkata, “Tidakkah engkau lihat apa yang telah diperbuat Aisyah? Ia menyebabkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang berhenti. Padahal mereka tidak dalam keadaan suci (dalam keadaan berwudu).”

Maka Abu Bakar menemuiku dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sedang berbaring meletakkan kepalanya di atas pahaku dan beliau telah tertidur. Lalu ia pun berkata, “Engkau telah menyebabkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berhenti, padahal orang-orang dalam keadaan tidak bersuci dan mereka tidak memiliki air”.

Aisyah berkata, “Abu bakar mencelaku dan berkata dengan perkataannya, lalu ia memukul pinggangku dengan tangannya. Dan tidaklah mencegahku untuk bergerak kecuali karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang sedang tidur di atas pahaku.

Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bangun di saat subuh dalam keadaan tidak bersuci lalu Allah turunkan ayat tentang tayammum.

Usaid bin Al-Hudhair mengatakan, “Ini bukanlah awal barokah kalian wahai keluarga Abu bakar.”

Aisyah berkata, “Lalu kami pun bersiap melanjutkan perjalanan, ternyata kalung itu berada di bawah unta yang aku naiki.”

Fragmen ini dikutip dari: Suami Idaman Istri Pilihan, Firanda, Pustaka Muslim, dengan penyesuaian redaksi.


 

BACA JUGA:

Related Posts

About The Author

Add Comment