Inilah hal yang dikhawatirkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam atas umatnya

Oleh Abu Alif Alfatih

Bismillahirrahmanirrahiiim. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita kesehatan, nafkah serta rasa aman dan ketenteraman. Dan segala puji bagi Allah yang telah menyematkan nikmat segala nikmat, yaitu nikmat iman dan nikmat Islam.

Dan kita berlindung kepada Allah dari segala hal yang buruk dari diri kita serta perilaku kita sendiri. Mari senantiasa memujinya dan senantiasa bermohon atas pertolongannya. Kita juga bermohon ampunan atas segala khilaf dan dosa-dosa yang kita lakukan.

Oleh sebab dewasa ini kita semua dihadapkan pada kondisi yang di dalamnya terdapat banyak sekali hal yang tersamar. Hal yang baik dalam pandangan Allah seringkali tak dihiraukan, sementara kelalaian dan pelanggaran justru diikuti karena menjadi standar nilai dalam suatu masyarakat.  Karenanya banyak nikmat yang diberikan oleh Allah yang maha Pengasih, namun demikian manusia tidak mampu melihat segala karunia itu.

Akhirnya mereka pun terbenam dalam lumpur penderitaan dan kesengsaraan. Penderitaan dan kesengsaraan tak lain merupakan ujian bagi kita semua, di mana segala sesuatu menjadi terbolak-balik pengertiannya sehingga mata dan hati kita menjadi rancu dalam melihatnya. Karenanya mari kembali berpegang pada Al-Quran dan sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allâh Azza wa Jalla befirman:

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى ﴿١٢٣﴾ٰ وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ ﴿١٢٤﴾ قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا ﴿١٢٥﴾ قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَىٰ

Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. Berkatalah ia, “Ya Rabbku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat ?” Allâh berfirman, “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, lalu kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”. [Thaha/20:123-126]

Diantara ujian-ujian yang melanda umat manusia sekarang ini adalah ujian harta. Betapa kita melihat perlombaan atas harta telah menjadi sesuatu yang tak lagi tabu. Kesengsaraan tak terhindar lagi oleh sebab hedonisme secara tak sadar telah mengungkungi hati manusia. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَوَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمْ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ

Demi Allâh ! Bukan kefakiran yang saya khawatirkan atas kalian, namun yang saya khawatirkan adalah kalian diberi kemakmuran dunia sebagaimana pernah diberikan kepada umat sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba sebagaimana mereka. Sehingga akhirnya dunia menyebabkan kalian binasa sebagaimana mereka. [HR. Bukhâri dan Muslim]

Diriwayatkan dari Ka’ab bin ‘Iyadh Radhiyallahu anhu, dia mengatakan, “Aku pernah mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَإِنَّ فِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ

Sesungguhnya masing-masing umat itu ada fitnahnya dan fitnah bagi umatku adalah harta [HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibni Hibbân dalam shahihnya]

Tak jarang perlombaan atas harta itu membuat seseorang menutup mata dan telinga. Suap menyuap kita ketahui bersama telah menjadi hal yang lumrah. Korupsi bukan lagi hal yang tersembunyi. Sementara itu sistim sosial, sistim politik dan sistim ekonomi banyak diantaranya yang melenceng dari apa yang diperintahkan Allah dan rasulnya.

Dalam hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

Sungguh akan datang suatu masa, saat itu manusia tidak lagi peduli dengan cara apa dia menghasilkan harta, apakah dari sesuatu yang halal ataukah haram ! [HR. Bukhâri]

Semoga kita semua terhindar dari segala bentuk fitnah zaman ini. Semoga kita semua diberi ketetapan hati untuk menempuh jalan halal dalam mencari rizki, yaitu jalan yang sesuai dengan perintah dan tidak melanggar apa yang menjadi larangan-Nya. Apakah lagi yang akan kita wariskan kepada anak dan cucu kita selain daripada jalan lurus yang diridhoi oleh Allah subhanahu wata’ala? Amin ya Rabbal alamin.

Related Posts

About The Author

Add Comment