Imam Abu Hanifah, dan 40 ulama besar yang belajar kepadanya

Nama sebenarnya adalah An-Nu’man bin Tsabit bin Zutha. Ia bekas hamba sahaya Taimullah bin Tsa’labah al-Kufi. Ia berasal dari Persia.

Abu Hanifah seorang Tabi’in karena pernah melihat beberapa sahabat seperti Anas bin Malik, Sahl bin Sa’ad as-Sai’di, Abdullah bin Abi Aufa dan Abu Thufail Amir bin Watsilah. Ia meriwayatkan dari sebagian mereka. Bahkan ada ulama yang mengatakan bahwa ia meriwayatkan dari mereka.

Abu Hanifah belajar fiqh dan hadist dari ‘Atha’, Nafi’ ibn Hurmuz, Hammad bin Abi Sulaiman, Amr bin Dinar, dan lainnya. Yang meriwayatkan darinya adalah para muridnya seperti Abu Yusuf, Zuhfar, Abu Muthi’ al-Balkhi, Ibnul Mubarak, al-Hasan bin Ziyad, Dawud at-Tha’I dan Waki’.

Para ulama memberi kesaksian akan keluasan ilmu fiqh dan kekuatan hujjah. Imam Syafi’I berkata:”Dalam hal ilmu Fiqh, ada pada Abu Hanifah”.

Al-Laits bin Sa’ad berkata,”Aku pernah menghadap Imam Malik di Madinah, lalu aku bertanya kepadanya, “Aku lihat anda mengusap keringat di kening anda.” Malik menjawab,”Aku berkeringat bersama Abu Hanifah. Dia benar benar ahli fiqh”.

Ibnul Mubarak berkata,”Orang yang paling mengerti fiqh, aku belum pernah melihat orang seperti dia.  Andai kata Allah tidak menolongku melalui Abu Hanifah, niscaya aku seperti kebanyakan orang. Dia adalah seorang dermawan dan ahli menyelami berbagai masalah”.

Muhammad bin Mahmud mengumpulkan 15 hadits Musnadnya. Dalam kitabnya al-Atsar karya muridnya yang bernama Muhammad bin al-Hasan banyak didapati hadits yang dikutib oleh Muhammad bersumber darinya.

Abu Hanifah seorang yang sangat takwa. Untuk membiayai hidupnya ia bekerja sendiri dan tidak mau menerima pemberian para ulama. Abu Ja’far pernah memaksanya untuk menjadi Qadli tetapi Abu Hanifah menolaknya. Beliau meninggal di penjara Baghdad pada tahu 150H.

Beliau memiliki ribuan santri. Imam Abu Yusuf, Imam Muhummad dan Ibnu Mubarak adalah murid paling terkenal dari Imam Abu Hanifah. Imam Abu Hanifah memiliki dewan 40 siswa yang tinggal dan belajar di pesantrennya. Dia terkabar telah membahas sekitar 83.000 permasalahan fiqih.

28 murid Imam Abu Hanifah menjadi hakim di kota-kota yang berbeda, 8 menjadi Imam.

Berikut ini 40 santri Imam Abu Hanifah dan sekaligus ulama sebagai pendiri Mazhab Hanafi:

Imam Zufar (Meninggal 158 H.)
Imam Malik bin Mighwal (Meninggal 159 H.)
Imam Dawud Taa’i (Meninggal 160 H.)
Imam Mandil bin Ali (Meninggal 168 H.)
Imam Nadhar bin Abdul Karim (Meninggal 169 H)
Imam Amr bin Maymun (Meninggal 171 H.)
Imam Iban bin Ali (Meninggal 173 H.)
Imam Abu Ismah (Meninggal 173 H.)
Imam Zuhayr bin Mu’awiyah (Meninggal 173 H)
Imam Qaasim bin Ma’n (Meninggal 175 H.)
Imam Hammad bin Abi Hanifah (Meninggal 176 H)
Imam Hayyaaj bin Bistaam (Meninggal 177 H.)
Imam Sharik bin Abdullah (Meninggal 178 H.)
Imam Aafiyah bin Yazid (Meninggal 180 H.)
Imam Abdullah bin Mubarak (Meninggal 181 H.)
Imam Abu Yusuf (cara Lulus 182 A.H.)
Imam Muhammad bin Nuh (Meninggal 182 H.)
Imam Hushaym bin Bashir Sulami (Meninggal 183 H)
Imam Abu Sa’id bin Yahya Zakariyyah (Meninggal 184 H)
Imam Fudhayl ​​bin Iyaadh (Meninggal 187 H.)
Imam Asad bin Amr (Meninggal 188 H.)
Imam Muhammad bin Hasan sebagai Shaybani (Meninggal 189 H)
Imam Ali bin Mis’ar (Meninggal 189 H.)
Imam Yusuf bin Khalid (Meninggal 189 H.)
Imam Abdullah bin Idrees (Meninggal 192 H.)
Imam Fadhl bin Moosa (Meninggal 192 H.)
Imam Ali bin Tibyaan (Meninggal 192 H.)
Imam Hafs bin Ghiyaath (Meninggal 194 H.)
Imam Wakee bin Jarrah (Meninggal 197 H.)
Imam Hisyam bin Yusuf (Meninggal 197 H.)
Imam Yahya bin Sa’id al Qattan (Meninggal 198 H)
Imam Shu’aib bin Ishaq (Meninggal 198 H.)
Imam Abu Mutee Balkhi (Meninggal 199 H.)
Imam Abu Hafs bin Abdur Rahman (Meninggal 199 H)
Imam Khalid bin Sulaiman (Meninggal 199 H.)
Imam Abdul Hamid (Meninggal 203 H.)
Imam Hasan bin Ziyaad (Meninggal 204 H.)
Imam Abu Aasim Nabil (Meninggal 212 H.)
Imam Makki bin Ibrahim (Meninggal 215 H.)
Imam Hammad bin dalil (Meninggal 215 H.)

Semoga Allah merahmati mereka semua

 

Sumber tulisan:

– Biografi Abu Hanifah dalam Tarikh Baghdad: al-Khatib Baghdadi13/323

Mufti Afzal Hossen, http://ilmfeed.com

Keterangan foto: Masjid Abu Hanifah Bagdad, sumber http://www.panoramio.com

Related Posts

About The Author

Add Comment