Fakta ilmiah dalam Al-Quran tentang asal muasal terjadinya alam semesta

PADA tahun 1960-an, terjadi perdebatan sengit antara para ilmuwan mengenai keadaan alam semesta. Beberapa ilmuwan percaya dan mulai mengembangkan gagasan bahwa alam semesta berada dalam keadaan fluktuatif, bahwa alam semesta sebenarnya terus meluas. Dari teori meluasnya alam semesta ini kemudian muncul teori lain yang dikenal sebagai teori Big Bang.

Ini adalah teori dimana alam semesta memiliki asal mula dari singularitas, dari suatu materi yang padat dan bertekanan tinggi. Pada awalnya alam semesta itu sangat kecil, dari materi yang sangat padat, kemudian materi yang sangat padat ini meledak menjadi alam semesta yang kita kenal sekarang.

sirfredhoyle-vault-co.blogspot.cTeori ini ditentang oleh teori keadaan statis. Dan inilah teori yang sangat disukai para atheis, bahwa alam semesta tetap seperti ini di masa lalu dan tetap seperti ini selamanya di masa depan. Dan ini adalah sebuah teori yang sebagian besar diyakini pada masa lalu dan diyakini juga oleh Albert Einstein. Karenanya orang-orang juga percaya dengan teori keadaan statis tersebut. Sementara teori Big Bang sangat didukung oleh Fred Hoyle. Didukung juga oleh Lemaitre, yang menentang teori keadaan statis dengan teori Big Bang.

Sekarang, bukti yang telah terungkap menunjukkan bahwa variasi dalam spektrum cahaya yang dipancarkan dari galaksi dan bintang, disebut “Red Shift”, menunjukkan bahwa alam semesta memang makin meluas. Dan begitu menakjubkan bahwa fakta ilmiah ini, telah dikonfirmasi dan hampir disepakati oleh semua ilmuwan di lapangan, bahwa kita hidup dalam alam semesta yang mengembang. Dan bukti-bukti yang ada sangat jelas dan sangat mendukung hal itu.

Lalu apa yang Al-Quran firmankan 1.400 tahun yang lalu? Ya. Sebelum ada teleskop dan semua cara untuk menemukan informasi ini, Al-Quran berfirman dalam surat 51 di ayat 47: “Langit itu, Kami membuatnya dengan kekuatan dan Kami memperluasnya.” Demikianlah, Al-Quran sudah menyebutkan bagaimana alam semesta makin meluas.

big_bangBukti pengamatan yang paling penting selanjutnya adalah penemuan “radiasi latar belakang gelombang mikrokosmik” pada tahun 1964 dengan sebuah teleskop yang canggih. Dan hal ini telah diprediksi dalam teori Big Bang sebagai hasil dari plasma panas-terionisasi dari masa awal pembentukan alam semesta, ketika pertama kali dia menjadi dingin sehingga cukup untuk membentuk hidrogen netral dan menyebabkan ruang angkasa menjadi transparan dan ringan.

Dan penemuan ini membuat kalangan fisikawan insyaf bahwa Big Bang adalah model yang paling tepat untuk asal-muasal dan perubahan alam semesta. Allah memfirmankan dalam Al-Quran surat ke-21 dalam ayat 30: “Apakah orang-orang kafir tidak tahu bahwa Langit dan Bumi bergabung sebagai satu bagian yang bersatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya, dan Kami membuat dari air, segala sesuatu yang hidup. Maka apakah mereka masih tidak beriman?”

Asal mula alam semesta atau singularitas, yang ilmuwan percayai saat ini, bahwa alam semesta berasal darinya dan mengarah pada terjadinya Big Bang. Kondisi singularitas ini dijabarkan begitu tepat, hampir tak mungkin bahwa hal ini bisa dijabarkan, kecuali jika ini memang diwahyukan oleh Sang Pencipta, Yang Maha Bijaksana lagi Maha Kuat. Ini adalah beberapa hal yang menakjubkan, bahwa Al-Quran sudah lebih dulu memberitahu kita tentang asal-usul alam semesta.

BigBangwww.cosmosup.com...Al-Quran juga menyebutkan bahwa Allah berpaling ke langit saat dukhan. Dukhan dalam bahasa Arab berarti asap. Ini juga dengan akurat menggambarkan massa gas panas dari alam semesta sebelum galaksi dan bintang-bintang mulai terbentuk. Jadi di sini kita lihat Al-Quran berbicara tentang alam semesta yang berkembang, berbicara tentang asal mula alam semesta, bahwa Langit dan Bumi adalah satu, berbicara tentang keadaan gas, keadaan semacam asap yang merupakan awal dari alam semesta.

Semua ini ada dalam sebuah kitab berusia 1.400 tahun, menyebutkan fakta-fakta yang baru ditemukan para ilmuwan pada zaman modern. @ Sebagaimana ditranskrip dari acara The Proof that Islam is The Truth oleh Abdur Raheem Green dengan penyuntingan redaksi.

Related Posts

About The Author

Add Comment