Dimanakah sebenarnya kapal Nuh terdampar menurut Alqur’an? (Sebuah telaah ilmiah)

Berikut ini transkripsi dari Abdur Raheem Green, yang memaparkan fakta ilmiah terkait bahtera Nuh, merujuk pada informasi dari Al-Quran, sebagai berikut: 


SETIAP orang yang berfikir akan mengerti bahwa Islam merupakan agama yang diwahyukan oleh Allah, sang pencipta langit dan bumi, sebagai petunjuk dan rahmat bagi umat manusia. Dan hari ini kita akan berbicara tentang beberapa fakta sejarah yang menakjubkan yang dapat kita temukan dalam Al’Quran.

Kita telah insyaf bahwa Al’Quran adalah sebuah kitab yang berusia 1.400 tahun. Kaum muslimin percaya bahwa kitab ini diwahyukan oleh Tuhan, Pencipta Langit dan Bumi, Allah. Allah adalah kata bahasa Arab untuk Tuhan. Tuhan yang satu, Sang Pencipta, Yang Maha Tahu, Yang Maha bijaksana. Jadi tidak mengherankan bagi kita sebagai Muslim bahwa Al’Quran pastilah akurat dan konsisten karena diwahyukan oleh Yang Maha Tahu, Yang Maha Bijaksana. Jadi tentu saja wajar, normal bagi kami, kami yakin kitab ini merupakan sebuah kitab yang akurat dan konsisten.

Tapi bagi sebagian orang saat ini, dan banyak orang yang mengklaim mereka tidak percaya adanya Tuhan,  atau mereka tidak percaya bahwa Tuhan mengirimkan kita petunjuk dan wahyu. Ini tetap menjadi tantangan untuk anda dan tetap menjadi tanda besar, suatu bukti yang membuat setiap muslim semakin mendapat kepastian dan menjadi lebih beriman bahwa Al-Quran memang sebuah wahyu dari Yang Maha Kuasa, yang Maha Bijaksana.

Jadi mari kita berbicara tentang beberapa fakta-fakta sejarah dalam Al’Quran. Pertama-tama, ada cerita dalam Al’Quran tentang Nabi besar Allah yang disebut Nuh. Dan Nabi Nuh ini tentu juga diceritakan dalam Bible. Saya yakin anda semua tahu kisah tentang Nuh, bagaimana Tuhan mengutus Nuh kepada umatnya.  7 kaum Nuh menolak untuk beriman kepada-Nya dan karena itu Tuhan mengirimkan banjir pada mereka. Sebelum banjir, Tuhan menyuruh Nuh untuk membangun sebuah bahtera.

arkeologAda beberapa hal tentang kisah Nuh dalam Al’Quran. Salah satu hal yang layak disebutkan adalah dalam Al’Quran surat ke-11, ayat 44. Al-Quran menyebutkan bahwa bahtera yang dibangun Nuh, terdampar di atas gunung Judi. Di sini Al-Quran menyebutkan nama gunung di mana bahtera Nuh terdampar.

Dan sangat menarik bahwa penelitian arkeologi baru-baru ini di sekitar kawasan gunung Judi, yang pada kenyataannya memang ada gunung bernama Judi di Turki saat ini. Dan pada mulut Gunung Judi, ada benda berbentuk perahu dengan ukuran yang sama seperti bahtera Nuh.

Sementara Bible menyatakan bahwa bahteranya terdampar di Gunung Ararat yang sebenarnya 20 mil jaraknya dari gunung Judi. Dan ada beberapa masalah dengan gambaran dalam Bible. Masalah pertama adalah bahwa pegunungan Ararat, merupakan formasi geologi yang relatif baru.

Ketika kita membandingkan jangka waktu pada saat bahtera Nuh terdampar, Gunung Ararat tidak ada pada waktu itu. Ini adalah formasi geologi yang sangat baru. Jadi ini adalah satu masalah. Dan juga tanggal dan waktu dalam banjir di Bible. Bible juga menyatakan bahwa banjir itu adalah bencana yang terjadi secara menyeluruh (seluruh dunia). Tentu, hal ini tidak sesuai dengan pengetahuan dalam bidang arkeologi dan ilmiah.

arkdiscovery.com...Pertama-tama, menurut penelitian ilmiah, tidak mungkin hujan terjadi selama 40 hari 40 malam dan terus-menerus pada permukaan bumi. Ya, tentu saja siapapun bisa menjelaskan dengan mengatakan “itu adalah keajaiban Tuhan”.  Jika demikian itu adalah pengecualian dari fakta ilmiah. Dan tentu saja kita tidak dapat membantah bahwa Tuhan memiliki kemampuan dan kekuatan untuk melakukan itu.

Tapi secara ilmiah, hujan selama 40 hari 40 malam adalah tidak mungkin. Kita tahu bagaimana siklus air bekerja. Matahari memanaskan permukaan bumi, memanaskan laut, dan uap dari laut berubah menjadi awan, lalu awan tersebut kemudian berubah menjadi hujan. Jika seluruh permukaan bumi menjadi berawan karena hujan, maka bagaimana mungkin matahari bisa menguapkan air laut untuk menghasilkan lebih banyak hujan?

Yang ingin saya tunjukkan di sini secara ilmiah itu tidak mungkin. Juga tidak ada cukup air di bumi ini untuk membuat permukaan air laut naik begitu tinggi sehingga menurut Bible setiap puncak gunung tertutup air.

Karena Everest adalah puncak gunung tertinggi pada masa sekarang dan begitu juga pada zaman dulu.  Jumlah air yang diperlukan untuk membuat permukaan air laut melebihi puncak Gunung Everest maka harus ada lebih banyak air di bumi ini untuk melakukan hal itu.

Sekali lagi kita tidak menyangkal bahwa Tuhan bisa melakukan itu jika Dia menginginkannya. Maksudku secara ilmiah sangat sulit untuk membuktikan kejadian ini sebagaimana yang Bible katakan. Namun Al’Quran tidak menyatakan bahwa banjir pada masa Nuh adalah bencana universal atau bencana seluruh dunia.

Abdurraheem Green_kecilBahkan Al-Quran hanya mengacu pada hukuman yang diberikan kepada Nuh dan kaumnya, sebagai sesuatu yang khusus untuk Nuh dan kaumnya. Jadi walaupun kita tidak memiliki bukti geologi untuk bencana universal tapi tentunya kita memiliki banyak bukti geologi akan adanya banjir dashyat di area itu saja.

Jadi sangat menarik bahwa Al’Quran dengan akurat menunjukkan bahwa bahteranya terdampar di gunung Judi dan tampaknya memang benar bahwa sebuah benda berbentuk perahu dan telah dilakukan penelitian di sana, bahwa benda itu adalah sisa-sisa dari perahu besar. Dan dimana dia ditemukan? Di gunung Judi sebagaimana firman Al’Quran. Adapun bagi yang mencari bahteranya di Gunung Ararat, orang-orang telah mencarinya dengan sia-sia selama bertahun-tahun dan tidak menemukan apa-apa. @ Sumber: sebagaimana ditranskrip dari acara “The Proof that Islam is The Truth” oleh Abdur Raheem Green

Related Posts

About The Author

Add Comment