Apakah rumah masih ngontrak? Anda bisa membangun rumah di surga

RUMAH adalah kebutuhan yang niscaya bagi sebuah keluarga. Ada yang memiliki rumah bagus, ada yang sedang, ada yang sederhana serta ada pula yang belum memilikinya.

Bagi yang belum memiliki rumah, jalan alternatifnya adalah indekos atau ngontrak. Dalam hari-hari tentu terbersit niat untuk sebisa-bisa memilikinya. Karenanya banyak yang bekerja keras mencurahkan segenap daya dan waktunya untuk bisa memiliki sebuah rumah yang menjadi idaman setiap keluarga.

Ada yang dengan mudah mendapatkannya karena penghasilan mencukupi untuk itu. Ada pula yang harus banting setir hijrah bekerja di negeri lain, berharap penghasilannya mampu mengcover harga rumah yang memang tidak sedikit jumlahnya. Dan ada pula yang belum memiliki bayangan sama sekali, sehingga keluarganya tetap bernaung dalam sebuah rumah kontrakan.

DR Syafiq Riza Basalamah, MA dalam sebuah ceramahnya mengatakan, hakikatnya semua manusia di muka bumi ini statusnya adalah ngontrak semata. Seorang usahawan yang berhasil membuat rumah besar mentereng dengan luas 7 hektar sekalipun, tokh, ketika dia mati pada akhirnya akan meninggalkan semua yang dimiliki.

Bahwa segala yang kita miliki tak ada yang abadi. Jika ada di antara yang masih mengontrak rumah, hendaknya tetap sabar berusaha, tanpa harus menggadaikan seluruh waktunya sehingga lupa dengan ibadah-ibadah yang justru bisa menjadi perantara untuk membangun rumah di surga. Rumah di surga adalah rumah yang abadi. Rumah besar dan mewah yang kita bangun di dunia, namun merampas sepenuh waktu dan melalaikan ibadah, apalah artinya. Sebaliknya, betapapun rumah masih ngontrak namun disyukuri, memungkinkan seorang hamba membangun rumahnya di surga kelak.

Berikut ini ringkasan mengenai beberapa amalan bagi yang ingin memiliki rumah di surga, yang bisa disesuaikan dengan masing-masing kondisi dan kemampuan, sebagaimana dituturkan DR Syafiq Riza Basalamah, MA:

1. Melaksanakan shalat sunnah sebanyak 12 rakaat dalam sehari dan semalam, sebagaimana telah disebutkan pada artikel sebelumnya.

2. Membangun masjid.

Kalau mungkin kita tidak bisa melakukan yang pertama, cobalah menyisihkan rizkinya untuk membangun masjid, jangan takut miskin karena  membangun rumah Allah di muka bumi ini, karena  Rizki kita itu dari Allah, dan Dia berjanji akan memberi ganti bagi kita di dunia dan membangunkan rumah untuk kita di surga.

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, yang artinya: “Barang siapa yang membangunkan bagi Allah sebuah masjid, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga”. (HR Bukhari Muslim)

Tapi kalau kita tidak bisa membangun masjid, semua dananya dari kocek kita, maka kita bisa berpartisipasi sesusai dengan kemampuan kita, kalau tidak bisa dengan duit, maka cobalah sekali-sekali menyisihkan waktu dan tenaga untuk membantu membangun rumah Allah, jangan berkata itu sudah ada tukangnya, kita membangun bukan karena dibayar, tapi kita sedang membangun rumah kita di surga,

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

«مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ، أَوْ أَصْغَرَ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ»

“Barang siapa yg membangunkan sebuah masjid karena Allah, walaupun sekecil tempat bertelurnya burung Dara pasir, atau yg lebih kecil, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga”. (HR Ibnu Majah, dishahihkan oleh Albani, Shahih Jami’ no: 6128)

Sesuatu yg kecil akan menjadi besar & dahsyat karena niat & tujuan yg baik & luhur.

3. Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 10 kali.

Kalau mungkin kita tidak bisa melakukan kedua hal di atas, masih ada amalan lain yg bisa dilakukan; Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

«مَنْ قَرَأَ { قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ } عَشَرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِيْ الجَنَّةِ» .

“Barang siapa yg membaca surat (Qul Quwallahu Ahad) sebanyak sepuluh kali, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga”. (HR Ahmad, dishahikan Albani, Sohihil Jami’ no: 6472)

Subhnallah, sebuah amalan yg sangat ringan dg ganjaran yg begitu indahnya, akan tetapi hal ini tetap membutuhkan keikhlasan.

4. Bersabar & memuji Allah tatkala mendapat musibah meninggalnya buah hati (anak)

Perkara yg satu ini membutuhkan perjuangan yg sangat berat, namun akan mudah bagi org-org yg beriman dg takdir Ilahi, semua yg terjadi sudah menjadi kehendak sang Pencipta yg Maha kuasa, semua pasti mengandung hikmah yg agung.

Sedih boleh, tapi jangan larut dalam samudra kesedihan, masih banyak tugas & kewajiban yg harus diselesaikan, yg mati sudah lebih dahulu terlepaskan dari beban dunia. Sementara yg hidup masih banyak tanggungan yg harus segera dikerjakan,  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg artinya:

“Jika anak dari seorg hamba Allah meninggal dunia, Allah berfirman kepada para malaikat-Nya: “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-KU?”, maka mereka berkata: “Iya, benar“.

Kemudian Allah berkata: “Kalian telah mengambil buah hatinya?“, maka para malaikat berkata: “Iya, benar“.

Allah bertanya lagi : “Apa yg dikatakan oleh hamba-Ku” ?

“Dia memuji-Mu & berkata “Inna lillahi wa innaa ilaihi. raji’un” (Sesungguhnya kami milik Allah, & sesungguhnya kepadaNya kami akan kembali”, Jawab para malaikat.

Allah-pun berfriman: “Dirikanlah sebuah rumah untuk hamba-Ku di surga, & namakan rumah itu; “RUMAH PUJIAN“. (HR Tirmidzi, dihasankan Albani, Shohihul Jami’ no: 795)

Memuji & menyanjung Allah ta’ala tatkala mendapat musibah maqamnya berada di atas maqam kesabaran.

5. Membaca doa tatkala masuk pasar.

Bila kita pergi ke pasar, maka jangan lupa untuk membaca do’a masuk pasar, karena yg membacanya dg ikhlash & mengharap ridha Allah Ta’ala, akan dibangunkan baginya rumah di surga, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda yg artinya: “Barangsiapa yg masuk ke pasar & berkata :

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

“Tiada tuhan yg berhak disembah melaikan hanya Allah yg esa, yg tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan, bagi-Nya segala pujian, Dia yg menghidupkan & Dia yg mematikan, & Dia Maha Hidup, tidak mati, di tangan-Nya segala kebaikan, & Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Maka Allah akan menuliskan baginya seribu dikali seribu. kebaikan, dihapuskan darinya seribu kali seribu dosa, & diangkat untuknya seribu kali seribu derajat (yakni satu juta), & Allah akan membangunkan baginya rumah di surga”. (HR Ahmad, Tirmidzi, dihasankan oleh Albani –Shahihul Jami’ no : 6231)

Mungkin kita berfikir amalan ini mudah & ganjarannya begitu dahsyat, tapi ingat betapa seringnya sebagian dari kita tidak membacanya???

Karena setan-setan penjaga pasar tidak akan pernah lupa untuk membuat kita lupa melakukannya.

Dan sebagai catatan, hadits di atas bukanlah anjuran agar banyak-banyak ke pasar, karena pasar tetap sebagai tempat yg paling dibenci oleh Allah, namun kalau kita harus ke pasar, jangan lupa membaca do’a di atas.!!!

6. Tinggalkan kebiasaan berdusta, walaupun hanya bergurau.

Berbohong untuk menyegarkan suasana bersama, seringkali menjadi opsi sebagian org, padahal yg namanya berbohong tetaplah tidak boleh. Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, yg artinya:

“Aku menjamin sebuah rumah di tengah-tengah surga, bagi yg meninggalkan dusta, walaupun hanya bergurau”. (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Shihihah no:273)

Sudah saatnya kita berhati-hati dalam berbicara, walaupun dalam kondisi bersenda gurau.

7. Meninggalkan perdebatan walaupun merasa pendapatnya adalah yg benar.

Manusia memiliki instink untuk mempertahankan pendapatnya & menunjukkan eksistensi dirinya, apalagi dalam kondisi-kondisi spesial, & Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam menjaminkan sebuah rumah di bagian pinggiran surga, bagi yg meninggalkan berbantah-bantahan walaupun pendapatnya yg benar.

Khususnya dalam urusan-urusan dunia, demi menjaga perasaan saudara sesama muslim, apalagi kalau itu di antara. suami istri yg kerap kali berbantah-bantahan dalam urusan sepele, sehingga terjadi keributan yg berkepanjangan di antara mereka. Maka meninggalkannya walaupun pendapat kita yg benar adalah suatu kemuliaan. Mungkin kita pernah mendengar org menyebutkan (yg waras ngalah), ini adalah benar adanya.

Sebuah rumah di surga telah dijaminkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bagi mereka. (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Albani dalam Shohih Targhim 3/6)

Disebutkan Bahwa Nabi Dawud berpesan kepada putranya, “Wahai anakku! Jauhilah perdebatan. Sesungguhnya ia itu manfaatnya sedikit, & ia menyulut permusuhan di antara sesama saudara”. (Faidhul Qadir, al Munawi 5/5)

8. Menutup celah di antara Shaff Shalat.

Bila kita mendapat celah di antara Shaff shalat, seperti yg banyak kita dapati di negeri kita, seakan-akan setiap org memiliki kekuasaan masing-masing, sehingga saling berjauhan shaffnya, maka tutuplah celah itu, sambunglah shaff itu, Allah akan membangunkan rumah di surga bagi yg melakukannya.

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

«مَنْ سَدَّ فُرْجَةً فِي صَفٍّ رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ»

“Barangsiapa yg menutup celah di Shaff niscaya Allah akan mengangkat baginya satu derajat & membangunkan untuknya rumah di surga”. (HR.Thabrani, dishahikan Albani, Shohihah no: 1892)

9. Berhijrah.

Berhijrah yakni berpindah dari negeri kafir ke negeri Islam, dari tempat yg tidak bisa ditegakkan syiar-syiar Islam ke tempat yg dapat ditegakknya syiar-syiar Islam, & Hijrah adalah suatu kewajiban yg berlanjut sampai hari Kiamat. Di balik kewajiban ini ada suatu keutamaan yg Allah janjikan, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, yg artinya:

“Aku menjaminkan sebuah rumah di bagian pinggiran surga, bagi yg  beriman kepadaku & masuk Islam serta berhijrah”. (HR.Nasai, Shohih Jami’ no: 1465)

10. Berjihad di jalan Allah Ta’ala.

Para mujahidin di jalan Allah mendapatkan tiga buah rumah:

Di pinggiran surga, di tengah surga & di tempat tertinggi di surga, sebagaimana hal itu disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadist Fudhalah bin Ubaid (HR.Nasai, Shohih Jami’ no: 1465)

Tiga rumah spesial ini dikhususkan bagi mereka yg benar-benar berjuang untuk menegakkan kalimat Allah Ta’ala di muka bumi.

11. Husnul Khuluq

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Aku menjaminkan sebuah rumah di tempat yg tertinggi di surga, bagi yg akhlaknya mulia”. (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dihasankan Albani, Shohihul Jami’ no: 1463)

Inilah beberapa opsi bagi yg ingin memiliki rumah di surga kelak, rumah yg tiada duka, tiada susah, tiada gundah, namun waktu membangunnya adalah tatkala kita berada di rumah yg penuh dg duka & gundah, di dunia ini.

Semoga Allah memudahkannya untuk semua…. Amiin !

Selengkapnya, silakan menyimak kajian Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah, MA DI SINI

 

Related Posts

About The Author

Add Comment