Abed al-Rahman Obeidallah tertembak di dada saat dalam perjalanan pulang dari sekolah

BETHLEHEM (Oasemuslim) – Palestina kembali berduka. Ratusan warga Palestina turut menghadiri prosesi pemakaman Abed al-Rahman Obeidallah, anak berusaia 13 tahun, yang tertembak di dada saat ia dalam perjalanan pulang dari sekolah di kamp pengungsi Aida pada Senin sore.

Obdeillah adalah warga Palestina kedua yang tewas dalam 12 jam, setelah warga Palestina lain, 18 tahun, ditembak mati dalam bentrokan di Tulkarem.

Sebagaimana dirilis oleh Ma’an News Agency, 6 Oktober 2015, para pejabat senior militer Israel mengatakan bahwa pembunuhan Abed al-Rahman Obeidallah di kamp pengungsi Aida adalah sebuah ketidaksengajaan.

Situs berita Israel Haaretz mengutip seorang perwira senior militer Israel, yang mengatakan bahwa terbunuhnya remaja Palestina itu merupakan salah sasaran yang terjadi akibat target tembakan berdiri dekat dengan anak tersebut.

Situs berita Israel yang lain, Ynet, mengutip pejabat militer Israel senior yang mengatakan bahwa peluru yang ditembakkan itu meleset dari target yang dimaksudkan, sehingga menembus ke dada Obeidallah.

Kepada Ma’an Agency News, tentara Israel mengatakan bahwa “insiden ini sedang diselidiki secara menyeluruh,” namun demikian ia tidak bisa menjelaskan atau memberikan rincian lebih lanjut tentang penyelidikan yang dimaksudkan.

Kelompok-kelompok HAM telah berulang kali mengutuk pengerahan tentara Israel yang berlebihan terhadap demonstrasi di Tepi Barat.

Tahun lalu, Amnesty International mengatakan, bahwa pasukan Israel telah berlaku abai atas kehidupan warga sipil Palestina dalam kasus yang diperiksa sejak 2011.

“Frekuensi dan tindakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa damai di Tepi Barat oleh tentara Israel dan polisi – dan impunitas dinikmati oleh pelaku – menunjukkan bahwa tindakan tersebut dilakukan sebagai suatu kebijakan,” kata kelompok Amnesty International. (A-3)

Related Posts

About The Author

Add Comment